orang yang memasuki masa remaja mulai berpikir untuk

Keputihanbiasa dialami pada anak perempuan yang mengalami pubertas. Cairan ini tidak berbahaya dan wajar. 5. Pinggul mulai melebarpada masa pubertas, pinggul perempuan akan melebar dan pinggangnya cenderung mengecil. Biasanya bentuk tubuh anak perempuan berubah mengikuti perubahan pinggul dan lingkar pinggang. 6. Masaremaja merupakan peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/fungsi untuk memasuki masa dewasa. yang sering diwujudkan dalam bentuk pembangkangan ataupun pembantahan terhadap orang tua, mulai menyukai orang dewasa yang dianggapnya baik, serta menjadikannya sebagai "hero" atau pujaannya b Masa remaja pertengahan (15-18 tahun) Masa ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan berpikir yang baru.Teman sebaya masih memiliki peran yang penting, namun individu sudah lebih mampu mengarahkan diri sendiri (self-directed).Pada masa ini remaja mulai mengembangkan kematangan tingkah laku, belajar Orangtua selalu menginginkan dalam hidupnya mampu mendidik dan membersamai anaknya dalam kehidupan. sejak kanak, remaja hingga kemudian menjadi dewasa orang tua memiliki cita-cita yang mulia terhadap anaknya. walaupun secara spesifik tentu setiap orang tua punya standar tersendiri terhadap cita-cita kesuksesan anaknya. Salah satu fase anak dalam kehidupan adalah remaja, masa dimana hampir Mulaimerasakan kekurangan diri, namun belajar untuk menerimanya. Mengembangkan hubungan sosial yang lebih luas dan lebih kuat. Mulai memahami bagaimana tindakan dan keputusan yang diambil memberikan pengaruh pada masa depan. Baca juga: Perbedaan Masa Sebelum dan Sesudah Pubertas pada Laki-laki. Tugas perkembangan remaja. Ketika memasuki masa Er Flirtet Vor Mir Mit Anderen Frauen. itu perkembangan kognitif pada remaja Ini didasarkan terutama pada kemampuan untuk berpikir, bernalar dan membuat keputusan. Anak-anak mulai mempelajari semua keterampilan ini sejak mereka dilahirkan; tetapi sudah di masa remaja, prosesnya menjadi jauh lebih kompleks, berdasarkan perubahan yang terjadi sebelumnya..Remaja harus belajar menggunakan keterampilan konkret untuk mengembangkan keterampilan seperti pemikiran kritis atau pengambilan keputusan. Orang muda berusia antara 12 dan 18 tahun harus dapat mengambil apa yang telah mereka pelajari selama masa kecil mereka dan menerapkannya dalam situasi kehidupan nyata. Di sisi lain, selama tahap kehidupan ini, remaja juga belajar bernalar dengan cara yang lebih kompleks, memahami fenomena seperti hubungan antara sebab dan akibat, dan mendapatkan tanggung jawab atas tindakan dan keputusan mereka sendiri..Semua perubahan ini terjadi karena jumlah faktor yang berbeda. Di satu sisi, otak remaja cukup berkembang sehingga mereka dapat memahami semua konsep dan realitas ini. Di sisi lain, keadaan kehidupan mereka mulai berubah dan semakin mirip dengan orang Penampilan operasi Imajinasi dan Menanyakan otoritas2 perubahan kognitif3 Masa remaja Rata-rata Remaja akhir4 ReferensiFiturPenampilan operasi formalMenurut penelitian yang dilakukan oleh Jean Piaget pada berbagai tahap perkembangan kognitif, anak-anak di bawah 12 tahun hanya mampu berpikir dalam situasi tertentu. Logika mereka didasarkan pada sini dan sekarang, dan misalnya mereka memiliki banyak kesulitan untuk memikirkan konsep-konsep utama yang terjadi selama perkembangan kognitif pada masa remaja adalah bahwa sejak usia 12 tahun, orang mulai dapat berpikir secara abstrak. Ini berarti, misalnya, bahwa kaum muda dapat memahami subjek ilmiah, merefleksikan topik-topik spiritual atau mengajukan berbagai pertanyaan. Selain itu, kemampuan berpikir secara abstrak membantu remaja mempertanyakan segala sesuatu yang mereka anggap remeh tentang dunia. Oleh karena itu, pada periode ini sering kali ada perubahan kepercayaan dan sikap penting, yang mengarahkan banyak orang muda untuk mencoba menemukan gaya hidup yang sesuai dengan kepribadian mereka..Perubahan lain yang dibawa oleh karakteristik pemikiran remaja ini adalah bahwa kaum muda menyadari bahwa seringkali tidak ada interpretasi tunggal untuk sebuah fenomena. Karena itu, pada tahap ini mereka mulai bertanya pada diri sendiri tentang apa yang mengelilingi pemikiran abstrak juga memungkinkan mereka untuk berpikir tentang masa depan, mampu memahami untuk pertama kalinya konsekuensi dari tindakan mereka, merencanakan dan menetapkan tujuan..EgosentrismePerubahan lain yang paling penting yang disebabkan oleh perkembangan kognitif pada remaja adalah munculnya egosentrisitas dan narsisme tertentu yang sepenuhnya mengubah pandangan dunia kaum muda..Egosentrisitas ini memanifestasikan dirinya dalam dua cara. Di satu sisi, anak muda dari zaman ini sering merasa bahwa "tidak ada yang mengerti mereka", melihat diri mereka sebagai unik dan sama sekali berbeda dari yang lain. Ini biasanya mengarah pada semua jenis konflik interpersonal, terutama dengan tokoh-tokoh otoritas seperti orang tua dan sisi lain, remaja juga mulai sangat khawatir tentang penampilan mereka, sesuatu yang selama masa kanak-kanak tidak begitu ditandai. Setiap ketidaksempurnaan kecil dipandang sebagai sesuatu yang mengerikan, dan sering disebut "efek fokus" menderita kepercayaan bahwa orang lain terus-menerus memeriksa kita untuk mengkritik dan perencanaanKita telah melihat bahwa, selama masa remaja, orang tersebut dapat pertama kali dalam hidupnya untuk memikirkan hal-hal yang tidak ada dalam "di sini dan sekarang". Salah satu perubahan terpenting yang dibawa oleh keterampilan baru ini adalah bahwa kaum muda yang berusia di atas 12 tahun dapat mulai mempertimbangkan masa depan dan kemungkinan-kemungkinannya..Karena itu, selama tahap ini untuk pertama kalinya orang mulai berpikir tentang apa yang ingin mereka capai, tujuan mereka, dan pencapaian yang ingin mereka capai. Selain itu, remaja juga berusaha menemukan identitas mereka sendiri, sesuatu yang hingga kini tidak pernah membuat mereka otoritasAkhirnya, selama masa remaja, kaum muda dapat berhenti dan berpikir tentang berbagai aspek kehidupan mereka untuk pertama kalinya. Karena itu, sangat umum bahwa mereka juga mulai mempertanyakan apakah apa yang dikatakan orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya benar atau perlu, atau apakah mereka benar-benar pantas dihargai..Perubahan kognitif ini adalah dasar dari banyak konflik yang terjadi antara sebagian besar remaja dan orang dewasa di sekitar mereka. Selama tahap ini, orang-orang muda mulai menemukan nilai-nilai mereka sendiri, menghasilkan ide-ide idealis tentang dunia, dan membandingkan semua informasi yang mereka terima dengan aspek-aspek ini..Beberapa ahli percaya bahwa pertanyaan otoritas ini juga terkait dengan pencarian remaja untuk tempatnya di dunia. Selama masa kanak-kanak, satu-satunya peran kita adalah tumbuh dan membiarkan diri kita dirawat oleh orang tua kita. Sebaliknya, pada masa remaja seseorang mulai benar-benar menempa identitas kognitif Perubahan kognitif utama yang terjadi pada remaja adalah munculnya pemikiran abstrak atau hipotetis. Sebelum memasuki tahap operasi formal, anak-anak tidak dapat menalar tentang apa yang belum pernah mereka lihat atau tidak miliki di depan mereka.. Jadi, sebelum tahap ini seorang anak tidak akan dapat merefleksikan konsep-konsep abstrak seperti keadilan, cinta atau perang; Saya hanya bisa memahaminya secara parsial berdasarkan pengalaman mereka. Pada tahap operasi formal, untuk pertama kalinya kemampuan berpikir secara hipotetis juga berarti bahwa sejak sekitar dua belas tahun, kaum muda dapat mulai memahami mata pelajaran yang lebih kompleks, seperti yang ilmiah. Oleh karena itu, pada tahap ini mereka mulai mempelajari fisika, kimia, dan mata pelajaran yang lebih kompleks dalam semua ini, pada masa remaja seseorang juga memperoleh kemampuan untuk berpikir logis tentang kemungkinan hipotetis. Ini memunculkan pemikiran hipotetis-deduktif, yang memungkinkan untuk membuat prediksi tentang dunia dan memahami hubungan sebab secara tradisional dianggap bahwa remaja adalah periode tunggal dalam fase perkembangan kognitif, beberapa peneliti baru-baru ini percaya bahwa lebih bermanfaat untuk membagi tahap ini menjadi beberapa bagian..Masa remaja awal Selama masa remaja awal, pekerjaan utama kaum muda adalah menemukan kepribadian mereka yang sebenarnya dan apa yang benar-benar menarik minat mereka. Sampai saat itu, sebagian besar keputusan telah dibuat oleh orang tuanya, seringkali tanpa anak memiliki pendapat yang benar tentang hal itu..Ketika remaja dimulai, dinamika ini berubah. Kaum muda dapat, untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, mulai membuat beberapa keputusan kecil dan menemukan apa yang mereka sukai dan apa yang tidak mereka sukai.. Seringkali keputusan dalam tahap ini sangat sederhana, seperti memilih potongan rambut itu sendiri atau dengan teman sekelas yang membentuk pada tahap ini, orang-orang muda mulai mempertanyakan otoritas, menemukan bahwa beberapa selera atau ide mereka bertentangan dengan yang telah dipaksakan sampai saat itu. Namun, selama masa remaja awal konflik biasanya tidak terlalu rata-rata Masa remaja menengah bisa menjadi masa yang sulit bagi orang muda dan orang dewasa yang harus merawat mereka. Pada titik ini, keterampilan kognitif yang diperoleh pada tahap pertama mulai benar-benar berkembang, dan remaja mampu berpikir lebih kompleks dan khawatir tentang masalah masa depan dan abstrak..Perhatian utama yang muncul selama masa remaja pertengahan adalah bagaimana orang muda itu cocok dengan dunia. Pada saat-saat ini, pertanyaan-pertanyaan yang akan memiliki kepentingan besar dalam kehidupan individu mulai muncul, dan merefleksikan topik-topik seperti karier apa yang harus dikejar, ide-ide politik yang dipegang, atau kode etik apa yang harus ini tidak cukup, pada masa remaja pertengahan mereka juga mulai mengajukan pertanyaan tentang topik-topik seperti seksualitas mereka sendiri, hubungan dengan teman sebaya dan orang dewasa, dan masa depan orang tersebut. Jika salah satu dari masalah ini bertentangan dengan apa yang telah dipelajari anak muda sejauh ini, segala macam masalah dapat akhirSelama tahun-tahun terakhir masa remaja, akhir masa remaja, kaum muda meninggalkan sebagian dari egosentrisitas mereka untuk menyelesaikan banyak masalah terpenting saat ini. Itulah sebabnya fokusnya adalah pada masalah yang lebih global dan praktis, seperti apa yang akan dipelajari, universitas apa yang akan dituju, atau kehidupan seperti apa yang ingin mereka itu, remaja yang berada dalam tahap ini cenderung lebih fleksibel dalam pemikiran mereka daripada yang sebelumnya, dan karena itu mereka dapat memahami pendapat yang berbeda dari pendapat mereka sendiri. Pada saat ini, konflik dengan otoritas cenderung berkurang, karena anak muda merasa lebih aman dengan ide-idenya kognitif pada remaja" di Love to Know. Diperoleh 20 Maret 2019 dari Love to Know remaja" di Anak Sehat. Diperoleh pada 20 Maret 2019 dari Healthy Children tahapan pengembangan" di Web MD. Diperoleh pada 20 Maret 2019 dari Web MD Kognitif pada Masa Remaja" di University of Rochester Medical Center. Diperoleh 20 Maret 2019 dari University of Rochester Medical Center kognitif pada masa remaja" di You are Mom. Diperoleh pada 20 Maret 2019 dari Eres Mama – Manusia mengalami berabagai masa perkembangan dalam hidupnya, salah satunya adalah perkembangan remaja. Ada definisi, ciri-ciri, dan tugas perkembangan remaja? Berikut adalah penjelasannya! Definisi perkembangan remaja Menurut John W. Santrock dalam buku Life-span Development Perkembangan Masa Hidup 2001, remaja adalah masa perkembangan transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologi, kognitif, dan sosial remaja awal dimulai pada usia 12 hingga 15 tahun dan diakhiri pada masa remaja akhir di usia 18 hingga 21 tahun. Pada perkembangan remaja, seseorang tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak. Namun, belum memiliki kematangan seorang dewasa. Baca juga Masa Lanjut usia Pengertian dan Ciri-cirinyaPada masa remaja, kematangan seksual seseorang mulai berkembang hingga benar-benar matang. Perubahan fisik, intelektual, dan juga emosi dalam masa ini merupakan persiapan seseorang untuk masuk ke dalam masa dewasa. Ciri-ciri perkembangan remaja Mengalami tanda seksual sekunder hingga kematangan reproduksi. Mengalami perubahan fisik dan perilaku sesuai dengan jenis kelamin. Mulai merasakan, mengendalikan, dan juga mengarahkan dorongan seksual. Perubahan nilai yang dianggap penting dan tidak penting. Kerap berpikiran abstrak, namun dapat kembali berpikiran konkret ketika berada di bawah tekanan. Mengalami perkambangan otak akan keterampilan sosial dan juga pemecahan masalah. Memiliki keinginan untuk mandiri dan merasakan kebebasan. Memiliki keinginan untuk mencoba hal baru dan cenderung lebih mengambil risiko. Perubahan emosional atau mood yang berlangsung dengan cepat. Mulai mengalami kegelisahan dalam hidupnya. Mulai merasakan kekurangan diri, namun belajar untuk menerimanya. Mengembangkan hubungan sosial yang lebih luas dan lebih kuat. Mulai memahami bagaimana tindakan dan keputusan yang diambil memberikan pengaruh pada masa depan. Baca juga Perbedaan Masa Sebelum dan Sesudah Pubertas pada Laki-laki Tugas perkembangan remaja Ketika memasuki masa remaja, muncul tugas perkembangan remaja. Tugas tersebut harus dituntaskan agar remaja smerasakan kebahagiaan, kesuksesan, penerimaan di masyarakat, dan kesiapan untuk memasuki tahap perkembangan selanjutnya. Menurut E. B. Hurlock dalam buku berjudul Psikologi Perkembangan Edisi 5 2001, tugas perkembangan remaja adalah Mencapai hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya, baik pria maupun wanita. Mencapai peran sosial baik sebagai pria maupun wanita. Menerima keadaan fisiknya dan dapat menggunakan tubuhnya secara efektif. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua. Mempersiapkan karier ekonomi. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga. Memperoleh peringkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku dan mengembangkan ideologi. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Perkembangan masa remaja adalah masa transisi atau periode peralihan dari masa anak menuju masa dewasa yang terjadi pada umur 12 hingga 21 tahun bagi wanita dan 22 bagi pria Asrori dalam Ajhuri, 2019, hlm. 122. Pada masa ini individu mengalami berbagai perubahan, baik fisik maupun psikis. Perubahan yang tampak jelas adalah perubahan fisik, dimana tubuh berkembang pesat sehinggaa mencapai bentuk tubuh orang dewasa yang disertai pula dengan berkembangnya kapasitas reproduktif. Salah satu ciri utama dari dimulainya masa remaja adalah ketika pertumbuhan seksual mereka telah sempurna. Seperti yang diungkapkan oleh Thahir 2018, hlm. 147 bahwa masa remaja secara umum dimulai dengan pubertas, proses yang mengarah kepada kematangan seksual atau fertilisasi, kemampuan untuk bereproduksi. Masa remaja dimulai pada usia 12-18 tahun atau awal usia dua puluhan, dan masa tersebut membawa peluang untuk tumbuh bukan hanya dalam dimensi fisik, tetapi juga dalam kompetensi kognitif dan psikososial. Otonomi; harga diri, dan intimasi. Periode ini juga amat berisiko. Secara psikologis masa remaja adalah usia di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia di mana remaja tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama Hurlock, 1999 dalam Thahir, 2018, hlm. 147. Jiwa “pemberontakan” yang biasa dilabelkan pada remaja harus dipandang sebagai perspektif orang dewasa. Hal ini karena jiwa pemberontak atau kenakalan yang tampak sering terjadi pada remaja sebetulnya bukan sepenuhnya karakteristik dari kelompok usia ini. Pada dasarnya, orang dewasa juga memiliki karakter yang sama, hanya saja pengalaman atau jam terbangnya berbeda. Sesungguhnya, yang disebut “pemberontakan” tersebut tidak lebih dari upaya remaja untuk mencari penegasan diri untuk menemukan bahwa dirinya berbeda, dan merupakan proses yang penting dalam tahap-tahap pembentukan kepribadian. Seperti bagaimana anak harus dibebaskan bermain dan bereksplorasi, hal serupa juga harus diterapkan pada remaja, tentunya dengan pengawasan dan arahan orang tua. Pembagian dan Ciri Masa Remaja Menurut Ajhuri, 2019, hlm. 123-124 secara umum masa remaja dibagi menjadi tiga bagian, yakni sebagai berikut. Masa remaja awal 12-15 tahun Pada masa ini individu mulai meninggalkan peran sebagai anak-anak dan berusaha mengembangkan diri sebagai individu yang unik dan tidak tergantung pada orang tua. Fokus dari tahap ini adalah penerimaaan terhadap bentuk dan kondisi fisik serta adanya konformitas yang kuat dengan teman sebaya. Masa remaja pertengahan 15-18 tahun Masa ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan berpikir yang baru. Teman sebaya masih memiliki peran yang penting, namun individu sudah lebih mampu mengarahkan diri sendiri selfdirected. Pada masa ini remaja mulai mengembangkan kematangan tingkah laku, belajar mengendalikan impulsivitas, dan membuat keputusan-keputusan awal yang berkaitan dengan tujuan vokasional yang ingin dicapai. Selain itu penerimaan dari lawan jenis menjadi penting bagi individu. Masa remaja akhir 19-22 tahun Masa ini ditandai oleh persiapan akhir untuk memasuki peran-peran orang dewasa. Selama periode ini remaja berusaha memantapkan tujuan vokasional dan mengembangkan sense of personal identity. Keinginan yang kuat untuk menjadi matang dan diterima dalam kelompok teman sebaya dan orang dewasa, juga menjadi ciri dari tahap ini. Sementara itu, karakteristik atau ciri individu pada masa perkembangan remaja adalah masa remaja sebagai periode peralihan dari kanak-kanak ke dewasa, masa remaja adalah periode perubahan terjadi peningkatan emosi, masa remaja sebagai usia bermasalah, cenderung tidak rapi, tidak hati-hati, masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan merasa banyak masalah, masa remaja cenderung memaksakan seperti yang ia inginkan tidak realistis, masa remaja sebagai ambang masa dewasa mencari hingga menemukan identitas diri sendiri Sumanto dalam Ajhuri, 2019, hlm. 124. Permasalahan Masa Remaja Masa remaja adalah masa yang terbilang sulit bahkan bagi remaja sendiri. Tentunya hal ini juga berlaku bagi orang tuanya. Lagi-lagi perlu ditegaskan bahwa sejatinya memberontak adalah insting alami dari remaja agar dapat berdiri sendiri melakukan sesuatu dengan caranya sendiri supaya dia menjadi dewasa dan tidak bergantung pada orang lain orang tua. Oleh karena itu, tugas masa orang dewasa tengah atau akhir adalah memaklumi namun tetap mengawasi, dan mendampingi, bukan hanya memarahi atau menasihati saja. Hal ini juga karena akan sulit untuk mendikte seorang remaja. Kesulitan-kesulitan remaja disebabkan oleh fenomena dari remaja sendiri dengan disertai beberapa perilaku khusus yang di antaranya adalah sebagai berikut. Periode remaja mulai untuk menyuarakan kebebasan serta haknya terhadap pendapatnya. Periode remaja akan lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, terutama oleh teman-teman sebayanya jika dibandingkan pada saat mereka masih pada masa kanak-kanak. Terjadinya perubahan fisik yang cepat dan pesat, mulai dari tumbuh kembangnya hingga seksualitasnya. Periode remaja memiliki kepercayaan diri yang tinggi over confidence. Kepercayaan diri ini akan meningkat bersama dengan emosinya sehingga akan mengalami kesulitan dalam menerima nasihat atau pengarahan dari orang lain, tak terkecuali orang tua Putro dalam Masykuroh dkk, 2021, hlm. 84. Masa Kritis Remaja Masa kritis remaja ialah dimana remaja berusaha mencoba menemukan siapa dirinya Kartikawati & Sari, 2017. Pada masa ini remaja cenderung akan memikirkan tindakan apa yang dilakukan, tindakan apa yang akan dan sedang dilakukan, serta akan mencoba sesuatu sampai dapat dilakukannya. Terdapat dua masa kritis pada remaja Marwoko, 2019 dalam Masykuroh, 2021, hlm. 87, yakni sebagai berikut. Ancaman/bahaya Fisik Bahaya fisik pada remaja meliputi beberapa poin di bawah ini. Kematian Kematian akibat kecelakaan di jalan raya menjadi penyebab utama kematian pada remaja. Diambil dari data World Health Organization WHO bahwa sebanyak juta orang mengalami kematian akibat kecelakaan di jalan raya Setyowati et al., 2019. Penyebab kecelakaan di usia remaja dikarenakan rendahnya pemahaman remaja terhadap ancaman/ bahaya di jalan raya. Seperti tidak memakai helm, berkendara dengan kecepatan diatas rata-rata, mengabaikan rambu lalu lintas di jalan. Bunuh Diri Bunuh diri menjadi penyebab kedua kematian pada remaja. Diambil dari data World Health Organization WHO bahwa sebanyak 800ribu orang meninggal karena bunuh diri Kusumayanti et al., 2020. Penyebab bunuh diri di usia remaja dikarenakan perilaku dan emosional remaja mengalami luapan emosi yang membuat gangguan perilaku muncul salah satunya yaitu bunuh diri. Cacat fisik Cacat fisik pada remaja sebabkan karena bawaan sejak lahir ataupun disebabkan karena terjadinya kecelakaan yang menyebabkan cacat fisik permanen. Sulit menyesuaikan diri Sulit menyesuaikan diri pada remaja disebabkan karena remaja yang tidak percaya diri akan kemampuan dan kelebihannya. Padahal, sejatinya setiap individu memiliki kemampuan dan kelebihan yang berbeda namun mungkin sulit untuk diwadahi atau belum mendapatkan medan yang sesuai di masa ini. Ancaman/Bahaya Psikologis Sementara itu ancaman atau bahaya yang akan dihadapi oleh individu pada periode remaja adalah sebagai berikut. Perilaku Sosial Remaja perlu mengembangkan perilaku sosial yang matang sehingga memperkecil ketidakmatangan dalam berperilaku sosial Kartikawati & Sari, 2017 dalam Masykuroh, 2021, hlm. 88. Ketidakmatangan tersebut seperti remaja memilih teman sebaya yang bersikap kekanak-kanakan, membuang-buang waktu bersama teman untuk membicarakan sesuatu yang tidak penting. Perilaku Seksual Remaja yang tidak memiliki pasangan akan dibedakan perlakuannya oleh teman-temannya, sikap seperti itulah yang menunjukkan ketidakmatangan remaja dalam berperilaku. Perilaku Moral Berkaitan dengan perasaan, pikiran, dan tingkah laku yang sesuai ataupun tidak sesuai dalam masyarakat. Ketidakmatangan dalam perilaku moral yaitu kenakalan remaja seperti Tindakan kriminal. Hubungan Keluarga Meningkatkan kemampuan untuk berinteraksi secara pribadi dengan keluarga dapat memperkecil permasalahan dalam keluarga. Begitu pun sebaliknya ketidakmampuan dalam berinteraksi maupun berkomunikasi dengan keluarga menyebabkan terjadinya permasalahan dalam keluarga. Menurut Hurlock dalam Masykuroh dkk, 2021, hlm. 86 terdapat 8 tugas perkembangan yang dimiliki oleh remaja, yakni sebagai berikut. Proses pencapaian untuk lebih matang dengan teman sebaya. Proses pencapaian untuk memenuhi tugas sosial laki-laki dan perempuan. Mampu menerima bagaimana kondisi fisiknya. Proses pencapaian untuk berperilaku sosial dan bertanggung jawab. Mempersiapkan karier. Proses pencapaian untuk memiliki sikap mandiri emosional dari orang dewasa maupun orang tua. Menyiapkan diri untuk berumah tangga. Proses pencapaian untuk lebih meningkatkan kemandirian dan membuat diterima oleh masyarakat. Kebutuhan Remaja Kebutuhan Remaja Semakin bertambah usia maka semakin lebih besar kebutuhan yang akan dimilikinya, begitu juga dengan remaja kebutuhan pada masa kanak-kanak akan mulai berkurang, diganti menjadi kebutuhan yang lebih matang. Kebutuhan ini terhitung penting bagi usia ini mengingat betapa sulit kehidupan mereka pada masa ini. Remaja diancam oleh bahaya fisik dan psikis yang dapat menentukan berhasil atau tidaknya seseorang dalam periode selanjutnya dalam hidup. Menurut Hurlock dalam Masykuroh dkk, 2021, hlm. 87 terdapat beberapa kebutuhan yang dialami remaja yang di antaranya adalah sebagai berikut. Kebutuhan rekreasi remaja seperti permainan dan olahraga, untuk mengembangkan pengetahuan dan fisik mereka, bersantai bersama teman, senang bepergian atau liburan bersama teman, membaca buku/majalah/novel, menonton film, dan melamun. Kebutuhan sosial remaja seperti remaja lebih senang atau lebih banyak menghabiskan waktunya bersama teman-teman. Kebutuhan pribadi remaja seperti merawat penampilan, mengembangkan prestasi, agama, Pendidikan dan seks atau perilaku seks. Perkembangan Fisik Remaja Pada usia 12 tahun, tinggi badan rata-rata remaja putra USA sekitar 150, sementara remaja putri sekitar 154 cm. Pada usia 18 tahun, tinggi rata-rata remaja putra USA sekitar 177 cm, sedangkan remaja putri hanya 163 cm. Kecepatan pertumbuhan tertinggi pada remaja putri terjadi sekitar usia 11 – 12 tahun, sementara pada remaja putra, dua tahun lebih lambat. Pada masa pertumbuhan maksimum ini, remaja putri bertambah tinggi badannya sekitar 3 inci, sementara remaja putra bertambah lebih dari 4 inci per tahunnya Marshall, dalam Thahir, 2018, hlm. 148. Seperti halnya tinggi badan, pertumbuhan berat badan juga meningkat pada usia remaja. Pertumbuhan berat badan ini lebih sulit diprediksi daripada tinggi badan, dan lebih mudah dipengaruhi oleh diet, latihan fisik, dan pola hidup. Pada usia remaja, tubuh remaja putri lebih berlemak daripada remaja putra. Selama masa pubertas, lemak tubuh remaja putra menurun dari sekitar 18 – 19 % menjadi 11 % dari bobot tubuh. 149 Sementara pada remaja putri, justru meningkat dari sekitar 21 % menjadi sekitar 26 – 27 % Sinclair, dalam Thahir, 2018, hlm. 148. Saat ini, remaja mengalami perubahan fisik tinggi dan berat badan lebih awal dan cepat berakhir daripada orang tuanya. Kecenderungan ini disebut trend secular. Sebagai contoh, seratus tahun yang lalu, remaja USA dan Eropa Barat mulai menstruasi sekitar usia 15 – 17 tahun, sekarang sekitar 12 – 14 tahun. Di tahun 1880, laki-laki mencapai tinggi badan sepenuhnya pada usia 23 – 24 tahun dan perempuan pada usia 19 – 20 tahun, sekarang laki-laki mencapai tinggi maksimum pada usia 18 – 20 dan perempuan pada usia 13 – 14 tahun. Trend secular terjadi sebagai akibat dari meningkatnya faktor kesehatan dan gizi, serta kondisi hidup yang lebih baik. Sebagai contoh, meningkatnya tingkat kecukupan gizi dan perawatan kesehatan, serta menurunnya angka kesakitan morbiditas di usia bayi dan kanak-kanak. Pubertas Salah satu ciri utama dari pertumbuhan fisik utama dari remaja adalah pubertas. Pubertas adalah periode pada masa remaja awal yang dicirikan dengan perkembangan kematangan fisik dan seksual sepenuhnya Seifert & Hoffnung, 1987 dalam Thahir, 2018, hlm. 149. Pubertas ditandai dengan terjadinya perubahan pada ciri-ciri seks primer dan sekunder. Ciri-ciri seks primer memungkinkan terjadinya reproduksi. Pada wanita, ciri-ciri ini meliputi perubahan pada vagina, uterus, tuba falopi, dan ovaries. Perubahan ini ditandai dengan munculnya menstruasi pertama menarche. Pada pria, ciri-ciri ini meliputi perubahan pada penis, scrotum, testis, prostate gland, dan seminal vesicles. Perubahan ini menyebabkan produksi sperma yang cukup sehingga mampu untuk bereproduksi, dan perubahan ini ditandai dengan keluarnya sperma untuk pertama kali wet dream. Ciri-ciri seks sekunder meliputi perubahan pada buah dada, pertumbuhan pubic, bulu-bulu pada bagian tertentu tubuh, tekstur kulit, perkembangan muskular, dan pertumbuhan pada pinggul sehingga menjadi wanita dewasa secara proporsional, serta makin dalamnya suara. Perubahan ini erat kaitannya dengan perubahan hormonal. Kelenjar seks wanita ovaries dan pria testis mengandung sedikit hormon. Hormon ini berperan penting dalam pematangan seksual. Kelenjar pituitary yang berada di dalam otak merangsang testis dan ovaries untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan. Proses ini diatur oleh hypothalamus yang berada di atas batang otak. Hampir semua remaja memperhatikan perubahan pada tubuh serta penampilannya. Perubahan fisik dan perhatian remaja berpengaruh pada citra jasmani body image dan kepercayaan dirinya self-esteem. Ada tiga jenis bangun tubuh yang menggambarkan tentang citra jasmani, yaitu endomorfik, mesomorfik dan ektomorfik. Endomorfik banyak lemak sedikit otot padded. Ektomorfik sedikit lemak sedikit otot slender. Mesomorfik sedikit lemak banyak otot muscular. Perkembangan Kognitif Remaja Secara kognitif, individu pada masa remaja mulai mampu berpikir abstrak seperti orang dewasa. Pada periode ini pula remaja mulai melepaskan diri secara emosional dari orang tua dalam rangka menjalankan peran sosialnya yang baru sebagai orang dewasa. Merujuk kepada Piaget, remaja memasuki level tertinggi perkembangan kognitif pada tahap Operasi Formal ketika mereka mengembangkan kemampuan berpikir abstrak. Perkembangan ini, yang biasa terjadi pada usia 11 tahun, memberikan cara baru yang lebih fleksibel kepada mereka untuk mengolah informasi. Tidak terbatas oleh di sini dan sekarang lagi, individu pada periode remaja sudah dapat mengetahui waktu historis sejarah masa lampau dan ruang luar angkasa yang tidak dapat dialami sendiri. Mereka dapat berpikir dalam kerangka apa yang mungkin terjadi, bukan hanya apa yang terjadi. Mereka dapat menyusun dan menguji hipotesa. Pikiran tahap ini memiliki fleksibilitas yang tidak dimiliki di tahap operasional konkret. Kemampuan berpikir abstrak juga memiliki implikasi emosional. Sebelumnya, seorang anak dapat mencintai orang tua dan membenci teman sekelas. Sekarang, si remaja “dapat mencintai kebebasan dan membenci eksploitasi, kemungkinan dan cita-cita yang menarik bagi pikiran dan perasaan” H. Ginsburg & Opper, 1979. hlm. 201 dalam Thahir, 2018, hlm. 151. Personal Fable Salah satu bagian perkembangan kognitif masa kanakkanak yang belum sepenuhnya ditinggalkan oleh remaja adalah kecenderungan cara berpikir egosentrisme. Elkind dalam BeythMarom et al., 1993; dalam Papalia & Olds, 2001 dalam Thahir, 2018, hlm. 151 mengungkapkan bahwa salah satu bentuk cara berpikir egosentrisme yang dikenal dengan istilah personal fable. Personal fable adalah keyakinan remaja bahwa diri mereka unik dan tidak terpengaruh oleh hukum alam. Kepercayaan egosentrik ini mendorong perilaku merusak diri self-destructive oleh remaja yang berpikir bahwa diri mereka secara magis terlindung dari bahaya. Menurut Elkind pemikiran yang belum matang pada diri remaja dapat dimanifestasikan ke dalam 6 karakteristik, yaitu Idealisme dan Kekritisan, Argumentivitas, Ragu-ragu, Sikap Hipokritis, Kesadaran diri, Kekhususan dan Ketangguhan. Perkembangan Bahasa, saat usia 16 sampai 18 tahun, umumnya remaja mengenal sekitar kata. Pada masa ini, mereka semakin sadar akan kata-kata sebagai sebuah simbol dengan berbagai macam makna; mereka lebih suka menggunakan ironi, humor, permainan kata, dan metafora Owens, 1996 dalam Thahir, 2018, hlm. 151. Perkembangan Psikososial Remaja Menurut Erikson 1968, tugas utama masa remaja adalah memecahkan krisis identitas vs kebingungan identitas identity vs identity confution, untuk dapat menjadi orang dewasa unik dengan pemahaman diri yang utuh dan memahami peran nilai dalam masyarakat. “Krisis Identitas” ini jarang teratasi pada masa remaja; Identitas melawan kebingungan identitas merupakan tahap pertama perkembangan psikososial, di mana remaja berusaha mengembangkan perasaan akan eksistensi diri yang koheren, termasuk perannya dalam masyarakat. Merujuk kepada Erikson, remaja tidak membentuk identitas mereka dengan meniru orang lain, melainkan dengan memodifikasi dan menyintesis identifikasi lebih awal ke dalam “struktur psikologi baru yang lebih besar” Kroger, 1993, hlm. 3. Identitas terbentuk ketika remaja berhasil memecahkan tiga masalah utama; pilihan pekerjaan, adopsi nilai yang diyakini dan dijalani, dan perkembangan identitas seksual yang memuaskan. Pencapaian Identitas Marcia dalam Thahir, 2018, hlm. 154 menemukan empat tipe status identitas identity achievement pencapaian identitas, foreclosure penutupan, moratorium penundaan, dan identity idufusion difusi identitas. Perbedaan keempat kategori ini terdapat pada ada atau tidaknya krisis dan komitmen. Marcia mendefinisikan krisis sebagai periode pembuatan keputusan yang disadari, dan komitmen sebagai investasi persoalan dalam pekerjaan atau sistem keyakinan ideologi. Berdasarkan riset Marcia, terdapat empat kategori status identitas, yaitu Identity Achievement krisis yang mengarah kepada komitmen. Menurut Marcia pencapaian identitas ditandai dengan komitmen untuk memilih menjadikannya sebuah krisis, periode yang dihabiskan untuk mencari alternatif. Foreclosure komitmen tanpa krisis, di mana seseorang tidak menghabiskan banyak waktu mempertimbangkan berbagai alternatif tidak berada dalam krisis dan melaksanakan rencana yang disiapkan orang lain untuk dirinya. Moratorium krisis tanpa komitmen, di mana seseorang sedang mempertimbangkan berbagai alternatif dalam krisis dan tampaknya mengarah kepada komitmen. Identity Diffusion tidak ada komitmen, tidak ada krisis, ditandai dengan ketiadaan komitmen dan kurangnya pertimbangan serius terhadap berbagai alternatif yang tersedia. Perkembangan Emosi Remaja Akibat langsung dari perubahan fisik dan hormonal adalah perubahan dalam aspek emosionalitas pada remaja sebagai akibat dari perubahan fisik dan hormonal, dan juga pengaruh lingkungan yang terkait dengan perubahan badaniah tersebut. Hormonal menyebabkan perubahan seksual dan menimbulkan dorongan-dorongan dan perasaan-perasaan baru. Keseimbangan hormonal yang baru menyebabkan individu merasakan hal-hal yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Keterbatasannya untuk secara kognitif mengolah perubahan-perubahan baru tersebut bisa membawa perubahan besar dalam fluktuasi emosinya Ajhuri, 2019, hlm. 126. Dikombinasikan dengan pengaruh-pengaruh sosial yang juga senantiasa berubah, seperti tekanan dari teman sebaya, media massa, dan minat pada seks lain, remaja menjadi lebih terorientasi secara seksual. Ini semua menuntut kemampuan pengendalian dan pengaturan baru atas perilakunya. Referensi Ajhuri, 2019. Psikologi perkembangan pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Yogyakarta Penebar Media Pustaka. Masykuroh, K., Dewi, C., Heriyani, E., Widiastuti, 2021. Modul psikologi perkembangan. Jakarta Uhamka. Thahir, A. 2018. Psikologi perkembangan. Lampung Aura Publishing. - Saat memasuki usia remaja, orang-orang cenderung memiliki semangat yang berapi-api. Jika diibaratkan dua mata pisau, semangat tersebut bisa jadi senjata paling ampuh dalam berjuang meraih impian. Namun, semangat itu juga bisa jadi bumerang yang mencelakakan diri sendiri. Anak remaja memiliki caranya sendiri untuk menjalani kehidupan. Di usia tersebut mereka mulai mengenal banyak hal. Mulai dari jatuh cinta pertama kali hingga menjalin persahabatan yang seru. Masa remaja juga menjadi fase pencarian jati diri. Pada masa ini remaja sering kali dilanda emosi yang labil. Perasaan galau dan bimbang pun selalu muncul ketika masalah datang. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari lingkungan maupun orang terdekat agar ia tetap semangat menjalani hidup. Salah satu dukungan yang bisa membangkitkan semangat jiwa para remaja yakni dengan membaca kata-kata motivasi. Meski terdengar sederhana, kata-kata motivasi tersebut bisa dijadikan bekal dalam menjalani kehidupan. Seperti yang rangkum dari berbagai sumber, Rabu 13/10. Kata-kata motivasi untuk remaja. foto Instagram/ 1. "Nikmatilah hidup dengan pengalaman sebanyak-banyaknya. Karena ia tak akan mengecewakanmu." 2. "Hidup memberikan banyak warna setiap harinya. Terang atau gelap adalah bagian yang harus kau nikmati." 3. "Tak ada yang bisa menjamin hari ini akan menjadi lebih dari dari kemarin. Namun berusahalah untuk selalu memberikan yang terbaik." 4. "Setiap hari akan ada cerita yang menyenangkan. Pahit dan manisnya hari adalah hal yang tak bisa kau hindari." 5. "Setiap detik yang kau lalui adalah momen yang berharga. Simpanlah untuk kenangan yang indah di masa depan." 6. "Kawan terbaik adalah pengalaman menyakitkan. Ia akan membawamu untuk mengenal rasa bangkit untuk menjadi lebih kuat." 7. "Menikmati usia remaja akan mengenalkanmu pada dunia yang sesungguhnya." 8. "Mungkin kau merasa bisa segalanya, namun tak semua bisa kau pahami saat ini." 9. "Beranilah untuk menjadi beda. Karena hidup tak selalu sama." 10. "Kesuksesanmu tak harus sama dengan orang lain. Ciptakan kebahagiaanmu sendiri." 11. "Butuh keberanian untuk tumbuh dan menjadi dirimu yang sebenarnya." 12. "Pengembangan diri adalah tugas yang lebih tinggi daripada pengorbanan diri." 13. "Kita masing-masing harus menghadapi ketakutan kita sendiri, harus berhadapan muka dengan mereka. Bagaimana kita menangani ketakutan kita akan menentukan ke mana kita akan pergi dengan sisa hidup kita Untuk mengalami petualangan atau dibatasi oleh ketakutan akan hal itu." 14. "Tidak perlu membandingkan diri sendiri dengan orang lain." 15. "Jadikan masa lalu sebagai sebuah pembelajaran hidup." 16. "Lakukanlah yang kita bisa lakukan di masa kini dengan sebaik-baiknya, karena mungkin kesempatan tidak akan datang untuk yang kedua kalinya. Jangan sampai menyesal." 17. "Kegagalan menjadi bukti bahwa kita sudah berani." 18. "Di balik setiap kegagalan, pasti ada pelajaran yang bisa kita ambil. Pelajaran itulah yang membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya." 19. "Hadapilah masa depan dengan penuh pengharapan." 20. "Masa lalu adalah pelajaran. Masa kini adalah kesempatan. Masa depan adalah tantangan." 21. "Percayalah bahwa Tuhan selalu memiliki rencana yang indah." 22. "Ketika Tuhan tidak memberikan sesuatu yang kita harapkan, bukan berarti Tuhan tidak baik, tetapi Tuhan punya rencana yang lebih baik." 23. "Bijaksanalah dalam berkata-kata atau menulis sebuah komentar." 24. "Menikmati setiap proses yang dilalui saat ingin meraih cita-cita." 25. "Terkadang, kita mungkin terlalu fokus dengan 'jauhnya' perjalanan yang harus kita tempuh, 'susahnya' ujian yang harus kita hadapi, sehingga kita menjadi patah semangat dan ingin menyerah." 26. "Ketika kita memutuskan untuk memulai dan menikmati prosesnya, tanpa kita sadari kita sudah sampai di tempat tujuan." 27. "Menjadi ada berarti berubah, berubah adalah menjadi dewasa, menjadi dewasa adalah terus menciptakan diri sendiri tanpa akhir." 28. "Hidup ini pilihan, apa pun yang membuatmu sedih tinggalkan dan apa pun yang membuatmu tersenyum pertahankan." 29. "Jangan menertawakan anak muda karena kepura-puraannya, dia hanya mencoba satu demi satu wajah untuk menemukan wajahnya sendiri." 30. "Nikmati masa mudamu. Kamu tidak akan pernah lebih muda dari ini keesokan hari." 31. "Kamu semuda imanmu, setua keraguanmu, semuda kepercayaan dirimu, setua ketakutanmu, semuda harapanmu, setua keputusasaanmu." 32. "Jika tindakanmu menginspirasi orang lain untuk bermimpi lebih banyak, belajar lebih banyak, berbuat lebih banyak, dan menjadi lebih banyak, kamu adalah seorang pemimpin." 33. "Nikmati saja duka yang kini kau rasa, sebab kelak mungkin ia akan menjelma menjadi sesuatu yang begitu bermakna." 34. "Jangan membuat keputusan berdasarkan rasa takut." 35. "Anak muda yang sukses memandirikan dirinya secara ekonomi, sehat dan ceria memasuki masa depan, sudahlah pemimpin yang awesome!" 36. "Jika hari ini masih bermimpi, di hari esok pun demikian. Maka sukses takkan bertamu padamu." 37. "Lebih baik menjadi anak muda yang belum sukses tapi rajin, daripada sudah tua masih malas." 38. "Ketahuilah bahwa orang sukses tidaklah sehebat yang kita bayangkan, mereka hanya sedikit lebih cepat, sedikit lebih berani." 39. "Jika kamu tak membuat kesalahan, berarti kamu tak membuat keputusan." 40. "Anak muda yang akan super sukses adalah yang jujur, periang, rendah hati, rajin, dan berani mencoba." Kata-kata motivasi untuk menuju masa depan. foto Instagram/ 41. "Masa depan adalah milik dari orang-orang yang hidup secara intens pada saat ini." 42. "Orang sukses selalu memiliki segala rencana untuk masa depan." 43. "Banyak orang yang tidak bertindak karena takut gagal, padahal tidak bertindak adalah kegagalan yang jelas sudah terjadi." 44. "Saat kamu melakukan sesuatu dan gagal, kamu mendapatkan hikmah. Jika tidak melakukan apa-apa artinya kamu kalah oleh rasa takut." 45. "Masa depan yang cerah hanya dimiliki mereka yang berani melawan rasa ragunya." 46. "Semua bisa dilalui, semua bisa dihadapi, semua bisa diselesaikan untuk masa depan." 47. "Sesuatu yang dapat dibayangkan pasti dapat diraih. Sesuatu yang bisa diimpikan pasti dapat diwujudkan." 48. "Masa depan adalah misteri. Tapi kamu bisa mengatur dari hari ini." 49. "Miliki impian yang tinggi, sebab impian akan membangkitkan motivasimu untuk bertindak." 50. "Setiap mimpi besar dimulai dengan seorang pemimpi. Ingatlah selalu, kamu memiliki kekuatan, kesabaran, dan hasrat untuk meraih bintang-bintang untuk mengubah dunia." 51. "Hari ini kamu mencoba, besok gagal. Kembali mencoba lagi, terus hingga gagal bosan mendatangimu. Kamu tidak akan menemukan hasil apa pun jika hanya berdiam." 52. "Masa depan adalah milik mereka yang menyiapkan hari ini. Semua dimulai dari tidak ada apa-apa." 53. "Anak muda yang akan sukses tidak akan pernah menyerah sebelum kesuksesan berada di tangannya." 54. "Untuk sukses, cukup yakin dan usaha, maka Tuhan akan menuntunku dengan jalan yang tak terduga." 55. "Selagi masih muda, miliki pengalaman seperti orang dewasa yang matang. Semasa tua miliki semangat seperti orang muda." 56. "Tua ingin sejahtera maka muda bekerja keras." 57. "Kalau bisa sukses muda, kenapa harus nunggu tua." 58. "Mulailah bekerja dan berkarya hari ini meskipun dari hal yang paling sederhana." 59. "Hanya karena masa lalu tidak menjadi seperti yang kamu inginkan, bukan berarti masa depan kamu tidak bisa lebih baik dari yang kamu bayangkan." 60. "Jangan pernah menyerah pada apa yang benar-benar ingin kamu lakukan. Orang dengan impian besar lebih kuat daripada orang yang memiliki semua fakta." 61. "Lakukan sesuatu hari ini yang akan membuat dirimu di masa depan berterima kasih." 62. "Dia, yang ingin masa depannya lebih baik daripada saat ini, harus bekerja untuk itu sekarang agar menjadi seperti itu." 63. "Jika kita bisa mengungkap masa depan, masa kini akan menjadi perhatian terbesar kita." 64. "Jangan khawatir tentang orang-orang di masa lalumu. Ada alasan mengapa mereka tidak berhasil mencapai masa depanmu." 65. "Harapan itu selalu ada jika kita mau berusaha, seberatnya kita berusaha kita harus mampu melaluinya dengan ikhlas dan sabar." 66. "Minat saya adalah di masa depan karena saya akan menghabiskan sisa hidup saya di sana." 67. "Jangan biarkan bayang-bayang masa lalumu menggelapkan ambang pintu masa depanmu." 68. "Masa depan hanya akan menyimpan kebahagiaan yang kita bangun di dalamnya." 69. "Ketika kamu menetapkan pikiran untuk mencapai sesuatu, kamu harus memberi kesempatan dirimu sendiri untuk menyelesaikannya." 70. "Sesuatu yang dapat dibayangkan pasti dapat diraih. Sesuatu yang bisa diimpikan pasti dapat diwujudkan." Quotes bijak dari para tokoh tentang masa remaja. foto Instagram/ruangdiskusi_bisnis 71. "Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya." - Abraham Lincoln 72. "Setiap generasi melangkah lebih jauh dari generasi sebelumnya karena ia berdiri di atas bahu generasi itu. Kamu akan memiliki peluang di luar apa pun yang pernah kita ketahui." - Ronald Reagan 73. "Genius adalah satu persen inspirasi dan sembilan puluh sembilan persen keringat." - Thomas Edison 74. "Selalu ingat bahwa tekadmu untuk sukses lebih penting daripada yang lain." - Abraham Lincoln 75. "Berusahalah untuk tidak menjadi orang yang sukses tetapi cobalah untuk menjadi orang yang bernilai." - Albert Einstein 76. "Kekuatan dan keindahan adalah berkah kaum muda; kesederhanaan adalah bunga dari usia tua." - Democritus 77. "Kegagalan sangat penting. Kita berbicara tentang kesuksesan sepanjang waktu. Adalah sebuah bakat untuk menolak kegagalan atau menggunakan kegagalan yang sering mengarah pada kesuksesan yang lebih besar." - JK Rowling 78. "Ketika segala sesuatu tampaknya bertentangan denganmu, ingat ... pesawat lepas landas melawan angin, bukan dengan angin." - Henry Ford 79. "Masa lalu memberi kita pengalaman dan membuat kita lebih bijaksana sehingga dapat menciptakan masa depan yang indah dan cerah." - Debasish Mridha 80. "Sesekali berhentilah sekadar untuk bersantai. Bukan untuk terlena, namun membangun semangat untuk perjuangan berikutnya." -Abdullah Gymnastiar 81. "Jika kehidupan dapat diprediksi, maka kehidupan akan berhenti dan tanpa rasa." - Eleanor Roosevelt 82. "Seseorang dapat mengubah masa depannya hanya dengan mengubah sikapnya." - Earl Nightingale 83. "Bukan gunung di depan untuk didaki yang membuatmu lelah, melainkan kerikil di sepatumu." - Muhammad Ali 84. "Masa lalu dan masa kini memiliki banyak hal untuk diceritakan kepada kita tentang masa depan, dan masa depan akan memberi tahu kita banyak hal tentang masa lalu." - Stephen M. Millett 85. "Satu-satunya hal yang kita ketahui tentang masa depan adalah bahwa masa depan akan berbeda." - Peter Drucker 86. "Lakukan sekarang. Masa depan tidak dijanjikan kepada siapa pun." - Wayne Dyer 87. "Kemuliaan terbesar dalam hidup tidak terletak pada tidak pernah jatuh, tetapi dalam bangkit setiap kali kita jatuh." - Nelson Mandela 88. "Para juara tidak berpikir dua kali tentang masa depan mereka. Mereka tahu itu akan datang bagaimanapun juga, jadi mereka bersiap untuk itu." -Alpha A. Timbo 89. "Tidak peduli seberapa kotor masa lalumu, masa depanmu tetap tanpa noda." - Drake 90. "Ubah hidupmu hari ini. Jangan berjudi tentang masa depan, bertindaklah sekarang, tanpa penundaan." - Simone de Beauvoir 91. "Kamu tidak bisa lepas dari tanggung jawab hari esok dengan menghindarinya hari ini." - Abraham Lincoln 92. "Kepercayaan. Jika kamu memilikinya, kamu dapat membuat apa pun terlihat bagus." - Diane Von Furstenberg 93. "Positif, percaya diri, dan ketekunan adalah kunci dalam hidup. Jadi, jangan pernah menyerah kepada diri sendiri." - Khalid 94. "Agar bisa maju, kamu perlu yakin kepada diri sendiri, teguh pendirian, dan percaya diri melaksanakan keyakinan-keyakinan itu." - Adlin Sinclair 95. "Sukses memberi saya kepercayaan diri sebagai seniman. Sekarang saya dapat melakukan apa yang saya inginkan tanpa ada yang berpikir itu bodoh." - Amy Lee 96. "Dapatkan lebih banyak kepercayaan diri dengan melakukan hal-hal yang membuatmu bersemangat dan takut." - Jessica Williams 97. "Bukannya saya begitu pintar, hanya saja saya bertahan dengan masalah lebih lama." - Albert Einstein 98. "Jangan pernah menyerah. Kamu hanya mendapatkan satu kehidupan. Lakukan!" - Richard E. Grant 99. "Kita tidak pernah dikalahkan kecuali kita menyerah pada Tuhan." - Ronald Reagan 100. "Banyak kegagalan dalam hidup, mereka tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah." - Thomas A. Edison 101. "Jangan pernah menyerah dan yakinlah dengan apa yang kamu lakukan. Mungkin ada masa-masa sulit, tetapi kesulitan yang kamu hadapi akan membuatmu lebih bertekad untuk mencapai tujuanmu dan menang melawan segala rintangan." - Marta 102. "Segala sesuatunya tidak selalu mudah, tetapi kamu hanya harus terus berjalan dan jangan biarkan hal-hal kecil menghambatmu." - Stella Maeve 103. "Masa depan tergantung pada apa yang kita lakukan saat ini." - Mahatma Gandhi 104. "Kamu menyadari bahwa ketidakpercayaan kita pada masa depan membuat kita sulit untuk melepaskan masa lalu." - Chuck Palahniuk 105. "Kemarin sudah pergi. Besok belum juga datang. Kita hanya punya hari ini. Mari kita mulai." - Bunda Theresa brl/tin Recommended By Editor 50 Kata-kata bagus dan bijak kehidupan yang penuh motivasi 40 Kata-kata bijak filsafat Islam dari filsuf terkenal, penuh makna 40 Kata-kata rindu suami, romantis & bikin hubungan jadi lebih hangat 40 Kata-kata bijak tentang kerja tim, bikin kompak dalam bekerja 31 Kata-kata bijak Gus Baha, penuh makna dan penyejuk hati Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak menuju masa dewasa. Pada masa ini individu mengalami berbagai perubahan, baik fisik maupun psikis. Perubahan yang tampak jelas adalah perubahan fisik, diaman tubuh berkembang pesat sehingga mencapai bentuk tubuh orang dewasa yang disertai pula dengan berkembangnya kapasitas reproduktif. Selain itu remaja juga berubah secara kognitif dan mulai mampu berpikir abstrak seperti orang dewasa. Pada periode ini pula remaja mulai melepaskan diri secara emosional dari orang tua dalam rangka menjalankan peran sosialnya yang baru sebagai orang dewasa Clarke-Stewart & Friendman, 1987; Ingersoll, 1989. Selain perubahan yang terjadi dalam diri remaja, terdapat pula perubahan dalam lingkungan seperti sikap orang tua atau anggota keluarga lain, guru, teman sebaya, maupun masyarakat pada umumnya. Kondisi ini merupakan reaksi terhadap pertumbuhan remaja. Remaja dituntut untuk mampu menampilkan tingkah laku yang dianggap pantas atau sesuai bagi orang-orang seusainya. Adanya perubahan baik di dalam maupun di luar kebutuhan remaja semakin meningkat terutama kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologisnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut remaja memperluas lingkungan sosialnya di luar lingkungan keluarga, seperti lingkungan teman sebaya dan lingkungan masyarakat lain. Secara umum masa remaja dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut Konopka, 1973 dalam Pikunas, 1976; Ingersoll 1989 Masa remaja awal 12-15 tahun Pada masa ini individu mulai meninggalkan peran sebagai anak-anak dan berusaha mengembangkan diri sebagai individu yang unik dan tidak tergantung pada orang tua. Fokus dari tahap ini adalah penerimaan terhadap bentuk dan kondisi fisik serta adanya konformitas yang kuat dengan teman sebaya. Masa remaja pertengahan 15-18 tahun Masa ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan berpikir yang baru. Teman sebaya masih memiliki peran yang penting, namun individu sudah lebih mampu mengarahkan diri sendiri self-directed. Pada masa ini remaja mulai mengembangkan kematangan tingkah laku, belajar mengendalikan impulsivitas, dan membuat keputusan-keputusan awal yang berkaitan dengan tujuan vokasional yang ingin dicapai. Selain itu penerimaan dari lawan jenis menjadi penting bagi individu. Masa remaja akhir 19-22 tahun Masa ini ditandai oleh persiapan akhir untuk memasuki peran-peran orang dewasa. Selama periode ini remaja berusaha memantapkan tujuan vokasional dan mengembangkan sense of personal identity. Keinginan yang kuat untuk menjadi matang dan diterima dalam kelompok teman sebaya dan orang dewasa, juga menjadi ciri dari tahap ini.

orang yang memasuki masa remaja mulai berpikir untuk